Maafkan saya, Bim, atas penderitaan yang saya timbulkan karena menuntutmu untuk sempurna cerdas bijaksana terstruktur berbakti...



Maafkan saya, Bim, atas penderitaan yang saya timbulkan karena menuntutmu untuk

sempurna
cerdas
bijaksana
terstruktur
berbakti
mendedikasikan hidup
tunduk
taat
patuh
normal
menjadi 'baik-baik saja'
memiliki kondisi hidup tertentu
memiliki suasana hati tertentu
memiliki sekian rupiah
menyenangkan orang lain
bersimpati pada penderitaan orang
bersukacita atas kebahagiaan orang
bertahan pada satu titik spiritual
terus mengalami peningkatan
terus menulis
kreatif
eksis/dikenal
sehat
dicintai
diprioritaskan
diterima
dihargai
menjaga perasaan orang
setia pada norma sosial
jadi juara
meneladani orang lain
meredam emosi
bertindak hati-hati
meyakini sesuatu
setia
berperforma maksimal
bekerja keras
memiliki keluarga ‘normal’
menjadi sama dengan orang lain
meraih mimpi
menguasai konsep spiritual tertentu
berbuat baik
beramal
tersenyum
tertawa
berbasa-basi
merasa aman
percaya diri
teratur
bersih
rapi
mendapat pencerahan
merasa lega
merasa nyaman
berhemat
diperhatikan
diperlakukan istimewa
diberi
dipuji
diperlakukan baik
menolong
menyelamatkan
bertanggung jawab
berbuat sesuatu demi orang lain
tidak merepotkan orang lain
tidak mengatakan ‘tidak’
mencapai target
tidak melekat dengan apa pun
berwawasan luas
bersosialisasi
berdisiplin
bahagia
benar
dewasa
bersikap sopan
menjaga sikap
berlaku adil
berkorban
menyukai orang lain
melepas ekspektasi
menemukan jalan keluar
memecahkan masalah
sembuh
lebih banyak memberi
mencapai sesuatu
berhasil/sukses
kuat
tidak menangis
produktif
rajin
tekun
pantang menyerah
bebas konflik batin
bebas masalah
meringankan beban orang lain
menerima apa adanya
bertumbuh
mencari nafkah
memiliki status sosial tertentu
ikhlas
pasrah
menjadi anak yang dibanggakan
menjadi kakak teladan
menjadi teman yang baik
menjadi pekerja yang budiman
menemukan cinta
memiliki semangat
membalas budi
menjalani rutinitas
memprioritaskan orang lain
sependapat
stabil
bertenggang rasa
menepati janji
tidak berubah
konsisten
sembuh
waras
masuk akal

...dan banyak lagi.

Maaf atas segala luka yang saya timbulkan ketika saya mengharuskanmu menjadi seperti yang saya inginkan. Maafkan saya karena telah menderamu. Maafkan saya karena berpikir tahu yang terbaik bagimu, sedang kamu sudah begitu lama kesakitan.

Maafkan saya karena tidak menghapus airmatamu saat kamu mengaduh dan mengeluh. Maaf atas segala persyaratan yang saya tetapkan hanya untuk bisa menerimamu. Maaf karena telah mencintaimu dengan segudang harap dan pinta.

Dengan penuh cinta,
untukmu, dariku,



Dirimu Sendiri

mah? aku tertatih sampai disini, aku lelah mamah. . . . mah? aku tertatih cukup mah, aku lelah, mah cukup sampai disini, mah mah?...

mah?

aku tertatih
sampai disini, aku
lelah
mamah. . . .

mah?

aku tertatih
cukup mah, aku
lelah, mah
cukup sampai
disini, mah

mah?

cukup sampai disini,
mah. . . maaaahhhh?!

mah?

aku jemput ya,
mah?

mah?

apa bisa aku
yang kotor,
jemput mamah di
tempat yang
suci
mah?

mah?

temuin aku
sebentar aja
mah!!!!!!!!

mah??!!
mamah denger kan mah??!!
mahhhhh??!!!!!
MAAAAHHH?!!!!!!????!

f . u . Antariksa memelukku erat seperti tak hendakku lepas. Badan mungilnya tenggelam dalam lenganku, kepalanya terdekap di dadaku....

fuck u.
f . u .


Antariksa memelukku erat seperti tak hendakku lepas. Badan mungilnya tenggelam dalam lenganku, kepalanya terdekap di dadaku. Beberapa bulir air mata jatuh menuruni pipi merahnya yang tak pernah bosan kucibiti gemas.


"Jangan pergi, Bima." ujarnya memecah keheningan malam. Aku dapat merasakan gelap yang membalutnya.



Aku terdiam, tahu aku tak dapat tinggal.
Dan hilanglah aku ditelan bulan.

alone and fucking depressed. ( illustration) Jika mereka tau, sebab mengapa hatimu hancur, akulah salahnya. Jika mereka...

we are alone and fucking depressed.
alone and fucking depressed. (illustration)




Jika mereka tau,
sebab mengapa hatimu hancur,
akulah salahnya.

Jika mereka tau,
hatimu tersakiti,
akulah penyebabnya.

Jika mereka tau,
tangismu karenaku,
akulah kekesalanmu.

Jika mereka tau,
sebab jatuhnya kamu,
itulah karenaku,
tak menuntunmu.

Jika mereka tau,
mengapa kamu pergi,
bukanlah salahmu, melainkan
aku yang pergi,
meninggalkanmu.

Jika mereka tau,
alasanmu menyerah,
ia karenaku
tak menyertaimu.

Jika mereka tau,
perpisahan yang terbaik,
benar, kamu sangat mengerti
cintaku tak begitu indah.


Tapi semua harus tau,
alasanku pergi,
ialah menyerah berjuang
karenamu,
yang tidak pernah menginginkanku.

"Pasti aku akan memberikanmu kebahagiaan. Tiada henti. Aku berjanji dan tiada bayangku pergi darimu." Apa yang bisa aku...

"Pasti aku akan memberikanmu kebahagiaan. Tiada henti. Aku berjanji dan tiada bayangku pergi darimu."




Apa yang bisa aku lakukan? Menarik bayangmu yang berjanji dimasa lalu,
agar kamu mengerti sekarang
janji apa yang kamu ingkari
.


(illustration)

private doc, Rome 2014 Hampa. Ruang dimana kita berhenti, titik yang jauh kita junjung dilangit yang tak pernah kit...



private doc, Rome 2014


Hampa.
Ruang dimana kita berhenti,
titik yang jauh kita junjung
dilangit yang tak pernah kita gapai.


Ya,
menancap
menembus rusuk
menghujam jantung
yang tidak pernah kamu ketahui — bagaimana sakitku.


Ya, disana,
hampa ialah tempat kita,
yang tidak akan pernah kamu ketahui,
yang tidak akan pernah kamu temui, dan
yang tidak akan pernah kita isi.

Aku. Mari berbicara tentang Aku . Aku yang berdiri diantara dua, kiri mengarahkanku kepada kematian, kananku menuntunku menuju kematian...

Aku.
Mari berbicara tentang Aku.
Aku yang berdiri diantara dua,
kiri mengarahkanku kepada kematian,
kananku menuntunku menuju kematian.

Lalu Aku,
mencoba maju,
tanpa melirik kanan-kiriku,
juga belakang.
Maju, lurus ke depan,
terus, padahal aku tau;
itu jalan menuju pesakitan.

Aku,
menoleh sesekali ke belakang,
namun,
tak ada jalan pulang.
Lalu Aku,
diam di titik, dimana aku lelah
dengan semuanya,

Aku,
hanya bisa menunggumu,
menemuiku,
memanjatkan doa untukku,
membasahi bibirku,
menutup kelopak mataku,
memelukku,
lalu membakarku;
menjadi abu,
bersama tangismu
yang peduli akan diriku




really?




Satu per sekian detik, bisa mengubah segalanya entah itu penyesalan atas nafas yang sesak, ataupun kebahagiaan atas nikmat yang tak ...

Satu per sekian detik,
bisa mengubah segalanya
entah itu penyesalan
atas nafas yang sesak,
ataupun kebahagiaan
atas nikmat yang tak berujung.



Semua ialah pendendam, yang selama ini selalu mengingat, dipendam lalu dimuntahkan;  diam-diam . Semua berada dalam penya...



Semua ialah pendendam,
yang selama ini selalu mengingat, dipendam
lalu dimuntahkan; diam-diam.


Semua berada dalam penyakitan,
jiwa kita sama, tetapi
semua-nya berbeda.


Semua akan berakhir dalam keadaan terlupa,
kita mengingat semua, tetapi
bayang kita berusaha melupakan.


Semua kedinginan dalam malam,
rembulan yang remuk terdiam, lalu
datang hujan yang memeluk gelisah, 
serta tangis yang membasahi resah.


Semua akan berakhir indah,
selama kita jalani pahit, pada akhirnya
indah pun tidak berujung temu.


Semua mencinta,
walaupun kita bertemu, pada akhirnya
tak bisa bahagia.


Semua sudah direncanakan,
selama kita menjalani, tetap saja
bumi yang mengakhiri.


Semua pergi,
menjauh seperti apa yang kita pikirkan,
seperti jejak kaki yang pudar, dan kita
merindukan bahagia.


Semua tentang perjuangan,
yang selama ini kita impikan, akhirnya
lumpuh dalam ingatan.


"Diam-diam, semua bayang kita — yang resah tidak berujung temu — Tak bisa, mengakhiri bahagia yang lumpuh dalam ingatan"

Pernah suatu hari, terpikir dibenakku Mempunyai rumah tua dekat danau, yang memiliki gugur daun senja, lalu menyambut hija...

Pernah suatu hari,
terpikir dibenakku



Mempunyai rumah tua dekat danau,
yang memiliki gugur daun senja,
lalu menyambut hijau,
hanya kita berdua dan bahagia,
mungkin sesekali kita bertengkar,
sebab banyak minum, atau apalah itu



Lalu kita mati,
dan bumi melupakan kita,
yang kita pernah pijak,
untuk tawa, tangis, duka
serta bahagia.


Bumi melupa,
bermpimpilah tentang kita,
selamanya.

Dalam mimpi yang indah. Hati ini berandai-andai bisa menutup sedihmu. Dalam mimpi yang indah. Jari-jemariku berandai-andai mengusap ...



Dalam mimpi yang indah. Hati ini berandai-andai bisa menutup sedihmu.

Dalam mimpi yang indah. Jari-jemariku berandai-andai mengusap rindu yang melekuk―melewati pipimu.

Dalam mimpi yang indah. Menjerit kencangnya aku berandai-andai kau cabut duri pedih dalam hatiku.

Dalam mimpi yang indah. Oh, aku lupa berandai-andai menemukan mimpiku yang hilang.